Baterai

Pada waktu kita memasukkan sebuah Baterai ke dalam sebuah Jam Dinding, maka Jam Dinding itu mulai bekerja menjalankan tugasnya…

Detik demi detik.., menit demi menit.., jam demi jam.., ia terus bekerja sampai Baterai itu habis ia terus bekerja dan bekerja…

Jam dinding itu bekerja tanpa pamrih : dilihat orang atau tidak, ia tetap berdenting.., dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar.., walaupun tak seorangpun mengucapkan terima kasih, ia tetap bekerja…

Pada waktu bekerja, ia tetap menyuarakan KEBENARAN ; ia selalu bicara apa adanya…, ketika jarum menunjukkan angka enam…, iapun berbunyi enam kali…,

saat menunjukkan jam sembilan…, iapun berbunyi sembilan kali…,

dan begitu seterusnya…, tanpa dilebihkan atau dikurangi sedikitpun juga…

Ketika Tuhan menciptakan manusia, Ia juga memberi ‘Baterai’, yaitu Nafas Kehidupan, dengan maksud agar kita bisa bekerja dan berkarya serta menberi manfaat bagi sesama seperti halnya Jam Dinding tadi…

Selama ‘Baterai’ itu masih berfungsi, biarlah kita terus melakukan hal-hal yang baik dan berguna bagi sesama…

Tidak usah memusingkan diri dengan pujian dan penghargaan.., sekalipun hal-hal baik yang kita lakukan tidak dilihat dan tidak dihargai oleh orang lain, kita harus terus melakukannya.

Cukuplah TUHAN Yang Maha Tahu tentang apa yang telah diperbuat.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: