Sang Penghalang

Ada kalanya saat kita berbuat baik ataupun berbuat jahat dianggap sebagai penghalang bagi orang lain yang ingin mencapai tujuannya.

Seandainya anda berdiri atau berjalan searah dengan orang tersebut apa yang anda lakukan? Tetap berdiri pada posisi anda atau tetap berjalan searah dengan orang tersebut walau dianggap menghalangi ?

Ibaratkan saja kita berkendara di jalan dan anda saat ini berjalan dijalur cepat. Menurut anda laju kendaraan anda sudah cukup cepat, namun kendaraan di belakang anda terus membunyikan klakson.

Tergantung anda sih mau tetap santai dengan laju kendaraan anda, menepi pindah ke jalur lambat atau membuka jendela kaca mobil anda sambil mengacungkan jari tengah.

Saya memilih untuk menepi kejalur lambat dan memberi jalan kepada orang yang menganggap kita menghalangi dia untuk mencapai tujuannya.

Kita tentu tidak berharap dia mendapat kesulitan di depan namun bila kita sudah merasa benar dengan tindakan kita biarkan saja karena dia telah memilih jalan dan caranya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: