friendly but not friends

A: Bang, taruh dimana dokumen tadi ?
B: Tadi abang taruh di meja kerja kamu.

Kalimat dengan panggilan “abang” diatas mungkin pernah juga kita dengar atau kita sendiri yang melakukannya di lingkungan kerja, panggilan bisa kepada kepada teman atau kita menggangap biasa karena sudah berteman. Mungkin terasa wajar jika jabatan dan kedudukan A dan B sama, tapi bagaimana kalau B adalah atasan dan A adalah karyawan ?

Sama seperti pendapat saya, sebagian besar artikel atau komentar dari hasil browsing internet tidak menyarankan atau bahkan melarang hubungan antara atasan dan pegawai sebagai teman. “friendly but not friends” katanya.

Diingatkan bahwa hubungan antara antara atasan dan pegawai adalah hubungan bisnis dan sebagai hubungan bisnis ada batasan antara keduanya. Menjadikan hubungan bisnis tersebut menjadi hubungan pertemanan akan mengganggu jalannya bisnis dan hidup yang menjalaninya. Mengapa demikian?

“friendly” karena memang setiap atasan harus dekat dengan pegawainya. Ini perlu untuk bisa dengan mudah atasan menyampaikan visi dan misi, proses teamwork, learning, coaching dan kebersamaan. Tidak ada salahnya bercanda dan makan bersama bukan?

“not friends”, karena setiap atasan harus bisa memberi feedback, menilai kinerja, memberi promosi, menegakkan disiplin bahkan bisa memecat pegawai. Hal yang menjadi sikap atau keputusan sulit bila posisinya sebagai teman.

Tidak semua setuju dengan pendapat diatas dan menggangap bahwa hubungan bisnis tersebut dapat menjadi hubungan pertemanan (friends) dengan catatan dibutuhkan kemampuan dimana dan kapan bersikap sebagai teman, dan dimana dan kapan harus bersikap sebagai atasan yang memberi feedback, menilai kinerja, memberi promosi, menegakkan disiplin bahkan bisa memecat pegawai. Beberapa pendapat menyatakan ini mungkin bisa dilakukan dalam lingkup kerja kecil dan hanya beberapa pegawai, bagaimana jika jumlah pegawainya banyak ? Apakah bisa atasan berteman dengan semua pegawai atau hanya beberapa saja. Tidakkah akan ada hal negatif diantara pegawai bila atasan hanya berteman dengan beberapa pegawai ?

Bagaimana kalau anda sebagai atasan, apakah memilih “friendly” atau “friends” dengan pegawai anda ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: