Kerja, Namun Tak Bahagia (Koran Tempo Senin 25 Oktober 2010)

Iseng-iseng sore hari ngobrol2 sama pengunjung warung dan dengar unek2 mereka dan ketika semua pada pulang aku nungguin warung sambil baca2 koran aku nemuin artikel menarik ini di Koran Tempo dan kira2 isinya mewakili apa yang dibicarakan pengunjung warung tadi. Kurang lebih intinya seperti ini :

Pekerjaan memang bukan urusan uang semata, namun juga berkaitan dengan kesehatan mental. Menurut penelitian Dr Liana Leach dari Center for Mental Health Research di Australian National University, jika ingin memiliki kesehatan mental yang baik, tidak cukup hanya memiliki pekerjaan, tapi juga harus memiliki pekerjaan yang memuaskan.

Dalam penelitiannya, Leach menyurvei sekitar 4.000 pegawai yang tinggal di Canberra dan New South Wales. Mereka ditanyai soal status kepegawaian mereka, kondisi di tempat kerja, serta kesejahteraan mental. Survei yang sama diulang empat tahun kemudian. Hasilnya, hampir 75 persen dari kelas pekerja tidak senang terhadap pekerjaan mereka dan 85 persen percaya bahwa mereka terjebak dalam pekerjaan yang buruk.

Pekerjaan yang buruk didefinisikan sebagai kerja dengan rendahnya keamanan kerja, gaji kecil, penuh tekanan, beban kerja berlebihan, lingkungan kerja yang buruk, sedikit kontrol, dan praktis tidak ada prospek ke depan.

Sebaliknya, pekerjaan yang baik adalah pekerjaan dengan gaji yang cukup serta mendapat keamanan kerja dan promosi.

Pentingnya perusahaan memberikan lingkungan yang berkualitas baik, tempat kerja yang baik, dan tuntutan kerja yang realistis,” kata Dr Leach.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: