III. RISIKO KREDIT

GAMBARAN UMUM:

Pada umumnya, bisnis kredit masih menjadi sumber utama pendapatarn bank-bank diIndonesia. Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai mengidentifikasi risiko kredit dan dilanjutkan dengan pengendalian kredit mulai dare front-end sampai dengan back-end. Dijelaskan bagaimana para kredit analis mengelola risiko sesuai dengan peran mereka daiam mnncapai tujuan bank sampai dengan peran para petugas restrukturisasi kredit bermasalah.

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Dengan selesainya pembahasan bab ini, maka pembaca diharapkan

  • Memahami risiko kredit dan mengidentifikasi risiko tersebut
  • Memahami langkah-langkah didalam menganalisa pemberian kredit sebagai salah satu langkah pengelolaan risiko kredit.
  • Mengetahui ketentuanBaseltentang berbagai perhitungan kebutuhan modal untuk menutup risiko kredit yang belum diperhitungkan (unexpected).

III.1. Pemahaman Risiko Kredit

Risiko Kredit didefinisikan sebagai risiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada Bank.

Bank didefinisikan sebagai badan usaha yang mempunyai kegiatan usaha menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan clan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit clan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Pada aktivitas pemberian kredit, baik kredit komersial maupun kredit konsumsi, terdapat kemungkinan debitur tidak clapat memenuhi kewajiban kepada bank karena berbagai alasan, seperti kegagalan bisnis, karena karakter dari debitur yang tidak mempunyai itikad baik untuk memenuhi kewajiban kepada bank.

Risiko kredit pads aktivitas treasuri misalkan aktivitas penempatan dana kepada bank lain. Pada umumnya, limit penempatan kepada bank lain bersifat clean, artinya tidak mensyaratkan penyerahan agunan dari bank yang menerima dana. Dengan demikian terdapat risiko kredit yang besar apabila bank penerima dana tidak clapat memenuhi kewajiban kepada bank pemberi

dana.

Penentuan besarnya risiko kredit atau lebih dikenal dengan pengukuran risiko kredit baik pads kredit komersial maupun kredit konsumsi dilakukan dengan pendekatan berbeda. Pendekatan pengukuran individual (transaksional) lebih umum dilakukan pads kredit komersial, yaitu dengan menggunakan internal rating (rating based). Hal ini selaras dengan ketentuan yang diatur pads Basel II, yaitu pendekatan Internal Rating Based (IRB). Sedangkan pads kredit konsumsi, pendekatan portofolio dilakukan untuk mengukur besarnya risiko kredit. Kedua pendekatan ini merupakan metode pengukuran risiko kredit

yang diatur padsBasel11.

Pada saat ini aktiva produktif perbankan nasional didominasi oleh kredit yang diberikan, sementara sumber dana bank terutama berasal dari dana pihak ketiga, sehingga apabila terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan terhadap bank, maka bank tersebut dapat mengalami gangguan yang cukup

signifikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: